Pembeli Switch Minta Uang Kembali Karena Nintendo Untung Gede, Ditolak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nintendo mencatatkan laba bersih naik 53,5 persen hingga 147,4 miliar yen (sekitar Rp 15 triliun) pada kuartal April-Juni 2026, meski pendapatannya turun 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan laba ini sebagian besar berasal dari pengembalian tarif impor sebesar US$100 miliar yang dikembalikan pemerintah Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung AS menyatakan tarif dagang era Donald Trump tidak sah. Nintendo sempat menaikkan harga konsol dan perangkat gim di pasar AS saat tarif berlaku, lalu mendapatkan pengembalian dana tersebut, sehingga para pembeli merasa dirugikan dan mengajukan gugatan perwakilan untuk mendapatkan selisih harga kembali. Nintendo menolak tuntutan tersebut dengan alasan tidak memiliki dasar hukat yang kuat. Di sisi lain, Donald Trump baru-baru ini memberlakukan tarif baru terhadap lebih dari 80 negara termasuk Jepang, yang bisa mempengaruhi industri gim dan elektronik di masa mendatang. Saham Nintendo justru naik 2,87 persen di pasar Tokyo setelah rilis laporan keuangan.
Bagikan
Berita terkait
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
Presiden Kolombia Minta Trump Tangguhkan Tarif Impor Usai Gempa Dahsyat
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.18
Investor Asing Cabut Rp1 Triliun dari Bursa Usai Pidato Prabowo di DPR
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 14.47
IHSG Sepekan Naik 0,12%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 11.243 T
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 07.51