Peneliti Ciptakan Komputer Otak Manusia, Hasilnya Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peneliti sedang mengembangkan komputer yang menggunakan jaringan sel otak manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Namun, studi yang dipublikasikan di Nature menyoroti masalah etis terkait kurangnya persetujuan eksplisit dari pendonor untuk penggunaan jaringan mereka dalam komputasi biologis. Biasanya, pendonor menyetujui penelitian biomedis, tetapi tidak secara spesifik untuk tujuan komputasi atau produk komersial non-biomedis.
Tim penulis dari Harvard, dipimpin oleh Nada Salem, menekankan pentingnya persetujuan donor yang lebih jelas dan pengawasan etis yang ketat. Mereka mencatat bahwa formulir persetujuan saat ini tidak menanyakan jenis penelitian masa depan yang diizinkan, yang dapat menyebabkan penggunaan sel tanpa wewenang pendonor. Beberapa pendonor bahkan ingin hak untuk mencabut persetujuan.
Meskipun sulit memprediksi perkembangan ilmu pengetahuan, pendekatan persetujuan tanpa batas dianggap tidak etis untuk komputer biologis berbasis otak. Kekhawatiran meliputi kemungkinan aplikasi komersial seperti teknologi pengenalan wajah dan suara.
Bagikan
Berita terkait
Bamsoet Dorong Medical Check-Up Berbasis Teknologi dan Deteksi Dini di RI
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.51
Bali Kini Punya Layanan Jantung Canggih, Cardiac Imaging Jadi Standar Baru
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 08.47
RSCM Lakukan Implantasi LVAD CoreHeart 6 Pertama di Asia, Harapan Baru Gagal Jantung
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 13.35
GIIAS 2026 Hadirkan MCU Mobile, Pengunjung Bisa Cek Kesehatan Gratis
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 18.00