Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peneliti Ciptakan Komputer Otak Manusia, Hasilnya Tak Terduga

Para peneliti sedang mengembangkan komputer yang menggunakan jaringan sel otak manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Namun, studi yang dipublikasikan di Nature menyoroti masalah etis terkait kurangnya persetujuan eksplisit dari pendonor untuk penggunaan jaringan mereka dalam komputasi biologis. Biasanya, pendonor menyetujui penelitian biomedis, tetapi tidak secara spesifik untuk tujuan komputasi atau produk komersial non-biomedis.

Tim penulis dari Harvard, dipimpin oleh Nada Salem, menekankan pentingnya persetujuan donor yang lebih jelas dan pengawasan etis yang ketat. Mereka mencatat bahwa formulir persetujuan saat ini tidak menanyakan jenis penelitian masa depan yang diizinkan, yang dapat menyebabkan penggunaan sel tanpa wewenang pendonor. Beberapa pendonor bahkan ingin hak untuk mencabut persetujuan.

Meskipun sulit memprediksi perkembangan ilmu pengetahuan, pendekatan persetujuan tanpa batas dianggap tidak etis untuk komputer biologis berbasis otak. Kekhawatiran meliputi kemungkinan aplikasi komersial seperti teknologi pengenalan wajah dan suara.

Berita terkait