Peneliti Sudah Kasih Peringatan Petaka, Generasi Muda Dalam Bahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengacara negara bagian Tennessee dalam persidangan di Nashville mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan Meta Platforms mengabaikan riset internal mengenai dampak Instagram terhadap kesehatan mental remaja demi mengejar keuntungan. Para peneliti Meta berulang kali memperingatkan bahwa remaja menggunakan Instagram secara kompulsif, yang memicu gangguan makan, depresi, hingga aksi melukai diri sendiri. Meski demikian, Meta tidak mematikan fitur-fitur seperti autoplay, notifikasi, dan infinite scroll yang diduga dirancang untuk menahan remaja di platform selama mungkin. Pengacara negara bagian bahkan memutar suara notifikasi di depan juri untuk menunjukkan bagaimana imbalan tak terduga memicu lonjakan dopamin yang mendorong kecanduan pada otak anak-anak.
Meta membantah tuduhan tersebut, menyatakan perusahaan telah bersikap transparan dan aktif mengembangkan fitur untuk membatasi penggunaan Instagram yang bermasalah. Pengacara Meta meminta juri mempertimbangkan bahwa melindungi remaja di dunia maya adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Gugatan Tennessee ini menuntut sanksi finansial serta perintah pengadilan yang mewajibkan Instagram mengubah sejumlah aspek platform. Jika juri menyatakan bersalah, persidangan akan berlanjut ke tahap pemutusan denda dan perubahan platform. Sebelumnya, juri di New Mexico juga menyatakan Meta bersalah dan menjatuhkan denda US$375 juta. Hampir setiap negara bagian di AS telah mengajukan gugatan serupa terhadap Meta.
Bagikan
Berita terkait
Mulai November, Meksiko Larang Siswa SMA Pakai Ponsel di Sekolah
Detik.com · 22 September 2026 pukul 05.03
Korban Dugaan Pelecehan Betrand Peto Depresi hingga Sempat Ingin Akhiri Hidup
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 08.51
13 Dampak Negatif Sering Buka Medsos
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.30
Maudy Ayunda Dirujak Netizen Gegara Video Mindfulness, Kenapa?
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.45