Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Penolakan Pusat Data AI Guncang Sam Altman, Ekspansi OpenAI Hadapi Krisis Kepercayaan Publik

Ekspansi pusat data AI di Amerika Serikat tengah menghadapi penolakan publik yang semakin kuat. Investasi sebesar USD 130 miliar (sekitar Rp2.301 triliun) untuk membangun fasilitas ini dikecam karena konsumsi air dan energi yang tinggi, kenaikan biaya hidup, serta dampak polusi. Kelompok penentang menilai manfaat ekonomi hanya dinikmati segelintir perusahaan besar, sementara masyarakat lokal menanggung dampak negatifnya.

Sam Altman, CEO OpenAI, mengakui perubahan sentimen publik dalam wawancara dengan Time, menyatakan bahwa "orang-orang cukup negatif terhadap AI" dan "membenci pusat data". Penolakan ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berkembang menjadi gerakan lintas kelompok politik. Altman sendiri pernah menjadi korban serangan pribadi, termasuk pelemparan bom molotov dan tembakan, yang dikaitkan dengan gerakan seperti PauseAI yang mendesak pengawasan lebih ketat terhadap keselamatan AI.

Meski menghadapi tekanan, OpenAI tidak merencanakan pengurangan ambisi infrastrukturnya. Perusahaan terus menandatangani kontrak besar untuk mengamankan kapasitas komputasi di berbagai wilayah AS. Namun, OpenAI juga mulai memperlambat pengembangan model AI terbaru dengan alasan keamanan, sekaligus menghadapi persaingan ketat dari perusahaan seperti Anthropic.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait