Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pernah Bangkrut, Atari Kini Kembali Untung Berkat Game Lawas

Atari, perusahaan game lawas yang terkenal dengan konsol Atari 2600, berhasil kembali mencatat keuntungan setelah menghadapi masalah finansial selama bertahun-tahun. Dalam laporan tahun fiskal 2025/2026, Atari mencatat pendapatan sebesar EUR 56 juta atau sekitar USD 65 juta, yang merupakan pendapatan tahunan tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Pendapatan dari bisnis game meningkat 67,7% menjadi EUR 46,1 juta, sementara pendapatan perangkat keras melonjak 83% menjadi EUR 7,3 juta. Tanpa memasukkan kinerja Thunderful, laba operasional Atari berubah menjadi positif sebesar EUR 900.000 dari kerugian operasional EUR 800.000 pada tahun sebelumnya. Laba bersih di luar Thunderful mencapai EUR 100.000, berbalik dari kerugian EUR 12,6 juta setahun sebelumnya. CEO Atari Wade Rosen menyatakan pencapaian profitabilitas operasional untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Strategi kebangkitan Atari berpusat pada katalog game lawas, peluncuran ulang judul klasik, perangkat retro, dan pembelian studio serta kekayaan intelektual, seperti peningkatan kepemilikan di Thunderful menjadi 97% dan pembelian Hipster Whale senilai USD 29,3 juta. Perlu diketahui bahwa nama Atari telah berpindah tangan beberapa kali sejak didirikan pada 1972. Pada Januari 2013, sejumlah anak usaha Atari di AS mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 untuk memisahkan operasinya dari perusahaan induk Prancis yang bermasalah. Entitas saat ini, Atari SA, berkantor pusat di Paris dan tercatat di Euronext Growth Paris, sehingga kebangkitan ini merupakan cerita penerus korporasi pemegang merek Atari.

Berita terkait