Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan pengembang AI, termasuk Anthropic (pembuat Claude), secara massal membeli dan menghancurkan jutaan buku fisik bekas untuk melatih model AI mereka. Inisiatif ini, yang dikenal sebagai 'Project Panama', dilakukan dengan memindai buku-buku tersebut menggunakan mesin pemindai berkecepati tinggi setelah memotongnya dengan mesin pemotong hidraulik. Dokumen internal mengungkapkan bahwa perusahaan menyadari risiko negatif terhadap citra publik jika praktik ini diketahui. Anthropic berpendapat bahwa buku fisik mengandung teks bersih tanpa kontaminasi AI, sehingga lebih baik dibandingkan data dari internet. Kasus ini berujung pada gugatan hukum dari sekelompok penulis, yang kemudian diselesaikan secara damai dengan ganti rugi sebesar US$1,5 miliar pada Agustus 2024. Sebelumnya, Anthropic juga terlibat dalam penggunaan buku dari perpustakaan bayangan seperti LibGen, yang diakui sebagai pelanggaran hukum. Perusahaan lain seperti Meta juga dikabarkan melakukan praktik serupa. Platform seperti ISBNdb kini memfasilitasi pembelian massal buku oleh perusahaan AI, sambil menjaga kerahasiaan transaksi untuk menghindari kritik publik.
Bagikan
Berita terkait
Perusahaan AI Beli dan Hancurkan Ribuan Buku Langka untuk Latih Model AI
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 13.15
Jelang IPO, Pendapatan Anthropic Diproyeksi Capai Rp3.565 Triliun
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 16.54
Pemilu 2029: Jangan Biarkan Demokrasi Dikendalikan Algoritma
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.14
Singapura Akan Hukum Pembuat Foto Pelecehan Seksual Pakai AI
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 01.23