Perusahaan Bangkrut Gara-Gara Starlink, Begini Kronologinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan penyedia internet satelit asal AS, HughesNet, mengajukan kebangkrutan karena kehabisan uang tunai dan kehilangan banyak pelanggan yang pindah ke Starlink. Sekitar 400 karyawan atau sepertiga dari total 1.275 karyawan akan di-PHK. Perusahaan berjanji tetap melayani pelanggan selama proses restrukturisasi.
HughesNet menyebut restrukturisasi dilakukan untuk mengatasi utang, memperkuat struktur modal, dan mempercepat transformasi menjadi bisnis yang fokus pada perusahaan, pemerintah, dan pertahanan. Sejak Starlink hadir di AS pada akhir 2020, induk HughesNet, EchoStar, kehilangan separuh basis pelanggannya. Pada kuartal kedua tahun ini, pengguna turun 59 ribu menjadi 622 ribu.
EchoStar mengakui persaingan makin ketat. Dalam dokumen pengadilan, HughesNet tidak mengharapkan tren penurunan itu berbalik karena persaingan satelit LEO bersifat struktural, bukan siklikal. Perusahaan tengah menyusun rencana bisnis multitahun untuk menggeser pendapatan dari pelanggan konsumen ke sektor perusahaan dan pemerintah.
Bagikan
Berita terkait
Starship Berhasil Tembus Orbit, Puluhan Satelit Starlink Mengudara
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.00
Starlink Langsung Nyambung ke HP Sudah di Depan Mata
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 07.50
Pembunuh Starlink Muncul di Jepang, Sumber Duit Elon Musk Bisa Kering
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 13.40
Starlink Makin Dekat Wujudkan Telepon dari Satelit, Bisa Roaming Global
Detik.com · 22 September 2026 pukul 22.00