Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Janjikan Ekonomi Karbon untuk Rakyat, Sudah Sejauh Mana?

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026 menegaskan pemerakuan ekonomi hijau melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) dan bursa nilai ekonomi karbon yang telah berjalan dengan standar karbon dunia. Menurut Prabowo, hutan yang dijaga, emisi yang dikurangi, dan teknologi bersih yang dibangun harus menciptakan nilai ekonomi bagi rakyat Indonesia. Pemerintah menempatkan karbon tidak hanya sebagai persoalan iklim, tetapi juga sebagai komoditas perdagangan.", "Indonesia sebenarnya sudah memiliki Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) sejak 2023, namun transaksinya masih terbatas. OJK mencatat nilai transaksi bursa karbon mencapai sekitar Rp93,81 miliar hingga Juni 2026, angka yang masih jauh dari ambisi menjadikan ekonomi karbon sebagai mesin pertumbuhan besar. SRUK sendiri baru diluncurkan pada 9 Juli 2026 sebagai fondasi transparansi dan verifikasi unit karbon. Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyebut pemerintah ingin keuntungan pasar karbon dapat dinikmati rakyat, termasuk melalui koperasi sebagai pengelola unit karbon dari kawasan mangrove dan hutan.", "Meski Indonesia memiliki potensi besar di sektor kehutanan, ekonomi karbon baru bisa menjadi sumber pendapatan nyata jika ada proyek kredibel, unit karbon yang terverifikasi, pembeli, harga menarik, serta mekanisme pembagian manfaat yang jelas. Pekerjaan rumah pemerintah adalah memastikan nilai ekonomi karbon benar-benar dirasakan masyarakat yang menjaga hutan dan menjalankan proyek pengurangan emisi.

Berita terkait