Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rahasia 3 Pemimpin Industri Kreatif Pangkas Kompleksitas Kerja Berkat Ekosistem Apple

Tiga pemimpin industri kreatif Indonesia — Revano Satria (RSI Group), Hasbi Asyadiq (Assemblr Group), dan Amanda Mitsuri (Massicot) — memanfaatkan ekosistem Apple sebagai tulang punggung operasional dan proses kreatif mereka. Integrasi antara MacBook, iPad, dan iPhone memungkinkan mereka memangkas kompleksitas teknis, mempercepat kolaborasi real-time, hingga menjaga keamanan data. Revano menekankan pentingnya sketsa digital sebagai awal dari setiap proyek besar, didukung oleh komputasi berat melalui Apple Silicon (seri M) untuk aplikasi seperti SketchUp dan Grasshopper. Ekosistem ini juga memudahkan manajemen ribuan berkas data dan kolaborasi lintas wilayah seperti Semarang, Jakarta, dan Surabaya.

Hasbi Asyadiq mengembangkan platform Assemblr yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) berbasis Apple ARKit, memungkinkan pengguna membuat simulasi 3D interaktif dengan mudah. Alur kerja timnya, dari sketsa di iPad hingga pengembangan AI lokal (on-device), bergantung pada keandalan ekosistem terhubung. Penggunaan model AI lokal di perangkat Apple membantu mengamankan data sensitif tanpa mengorbankan kecepatan.

Amanda Mitsuri, yang memulai usahanya dari MacBook Pro pada 2011, menekankan fleksibilitas mengelola beberapa bisnis dengan SOP yang sama melalui iPad Pro dan MacBook Pro. Sebagai visual storyteller, ia menggambar ide di iPad lalu mentransfer data ke MacBook Pro untuk presentasi klien dan koordinasi produksi. Ketiganya sepakat bahwa ekosistem teknologi terintegrasi bukan hanya alat bantu, tetapi penggerak utama dalam mewujudkan ide kompleks secara cepat dan efisien.

Berita terkait