Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rakyat vs Raksasa Teknologi, Puluhan Ditahan Karena Protes Data Center

Pembangunan data center untuk kecerdasan buatan di Amerika Serikat semakin meningkat, meskipun menuai protes karena dianggap merusak lingkungan dan boros listrik. Pada tahun 2026, setidaknya 37 orang telah ditangkap akibat protes terkait data center, dan angka ini kemungkinan lebih tinggi karena banyak kasus tidak tercatat. Demonstran berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani hingga guru, dan menyatu dalam kekecewaan terhadap pejabat yang dinilai lebih mendukung raksasa teknologi daripada aspirasi rakyat.

Contoh kasus termasuk Pablo Payan yang ditangkap karena menolak memberikan identitas sebelum berbicara dalam rapat umum, dan Lux Claridge yang ditangkap hanya karena bertepuk tangan mendukung warga yang berbicara menentang pembangunan data center. Protes yang dilakukan hampir seluruhnya damai, namun sering memanas ketika polisi bertindak agresif, dengan banyak tuduhan pelanggaran atas aturan sepele. Para aktivis merasa penegakan hukum digunakan untuk mengintimidasi dan membungkam aspirasi masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait