Rakyat vs Raksasa Teknologi, Puluhan Ditahan Karena Protes Data Center
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembangunan data center untuk kecerdasan buatan di Amerika Serikat semakin meningkat, meskipun menuai protes karena dianggap merusak lingkungan dan boros listrik. Pada tahun 2026, setidaknya 37 orang telah ditangkap akibat protes terkait data center, dan angka ini kemungkinan lebih tinggi karena banyak kasus tidak tercatat. Demonstran berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani hingga guru, dan menyatu dalam kekecewaan terhadap pejabat yang dinilai lebih mendukung raksasa teknologi daripada aspirasi rakyat.
Contoh kasus termasuk Pablo Payan yang ditangkap karena menolak memberikan identitas sebelum berbicara dalam rapat umum, dan Lux Claridge yang ditangkap hanya karena bertepuk tangan mendukung warga yang berbicara menentang pembangunan data center. Protes yang dilakukan hampir seluruhnya damai, namun sering memanas ketika polisi bertindak agresif, dengan banyak tuduhan pelanggaran atas aturan sepele. Para aktivis merasa penegakan hukum digunakan untuk mengintimidasi dan membungkam aspirasi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Satelit Lampung-1 Besok Meluncur ke Orbit Terbang dari China
Berita terkait
Video: Langkah BKPM Promosikan Potensi RI Ke Investor Teknologi Global
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.00
The Sovereignty We’re Renting
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.17
Data Center AI di Luar Angkasa Dikritik, Ilmuwan Khawatir Dampaknya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.49
Krisis Baru Hantam Malaysia, Singapura Sudah Kena Duluan
CNBC Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 17.40