Rakyat vs Raksasa Teknologi, Puluhan Ditahan Karena Protes Data Center
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembangunan data center untuk kecerdasan buatan di Amerika Serikat semakin meningkat, meskipun menuai protes karena dianggap merusak lingkungan dan boros listrik. Pada tahun 2026, setidaknya 37 orang telah ditangkap akibat protes terkait data center, dan angka ini kemungkinan lebih tinggi karena banyak kasus tidak tercatat. Demonstran berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani hingga guru, dan menyatu dalam kekecewaan terhadap pejabat yang dinilai lebih mendukung raksasa teknologi daripada aspirasi rakyat.
Contoh kasus termasuk Pablo Payan yang ditangkap karena menolak memberikan identitas sebelum berbicara dalam rapat umum, dan Lux Claridge yang ditangkap hanya karena bertepuk tangan mendukung warga yang berbicara menentang pembangunan data center. Protes yang dilakukan hampir seluruhnya damai, namun sering memanas ketika polisi bertindak agresif, dengan banyak tuduhan pelanggaran atas aturan sepele. Para aktivis merasa penegakan hukum digunakan untuk mengintimidasi dan membungkam aspirasi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Satelit Lampung-1 Besok Meluncur ke Orbit Terbang dari China
Berita terkait
Data Center AI Haus Air, 1 MW Sedot Air Kebutuhan 1 Kota
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.21
Ngeri! 1 MW Data Center AI Butuh Air Setara Kebutuhan 300.000 Orang
Detik.com · 22 September 2026 pukul 08.45
Data Center Ditolak di Mana-Mana, Warga Sebut Sumber Petaka
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.05
Benarkah chatbot AI butuh banyak air? ini faktanya
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 14.40