Ramai-ramai Doakan Yurizal, Netizen: Jadi Reminder Bagi Kita Semua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Yurizal Tri Chaerawan meninggal setelah berjuang mendapatkan kamar rumah sakit. Pada 23 Juli ia menulis di Threads bahwa ia sudah menunggu lebih dari delapan jam tanpa kamar, dan menyebutkan bahwa ia menggunakan BPJS untuk berobat. Alih-alih mendapat dukungan, banyak komentar negatif muncul di utasnya, mengkritik keluhan tersebut dan bahkan menyarankan hal-hal tidak pantas. Setelah kematiannya, netizen ramai menyampaikan belasungkawa, dengan banyak yang menyesali komentar kasar mereka dan menganggap insiden tersebut sebagai pengingat untuk lebih berempati saat menggunakan media sosial. Sepupu Yurizal, Hilda Aprianti Perdana, juga menyampaikan doa pada 31 Juli. Salah satu pengguna yang sebelumnya berkomentar negatif kemudian meminta maaf, mengakui bahwa tulisannya melukai keluarga almarhum dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung oleh profesi medis. Kejadian ini memicu seruan luas agar pengguna internet lebih bijak dan berhati‑hati dalam menulis komentar daring.
Bagikan
Berita terkait
Tangisi Kepergian Yurizal, Prof. Dasaad Mulijono Desak Pembenahan Layanan Kesehatan
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.38
Penanganan Dampak Gempa NTT, Pemerintah Fokus Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar Masyarakat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.24
Gempa NTT, DPR Minta Kedaruratan Layanan Kesehatan Diterapkan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.01
Rp700 Ribu per Kg vs Rp34 Ribu: Heboh Upah Kupas Bawang ala Prabowo
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 00.30