Ramalan Cuaca Pada 5 Juni 1944 Jadi Sejarah Penting, Ini Sebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 5 Juni 1944, sekitar 160.000 tentara sekutu bersiap untuk invasi Normandia, namun cuaca buruk menghalangi. Tanpa satelit, radar, atau komputer modern, tim meteorolog Kapten J.M. Stagg memantau tekanan rendah di Atlantik dan laporan kapal serta stasiun daratan. Mereka menemukan jendela cuaca singkat pada 6 Juni, memungkinkan operasi dilanjutkan. Keputusan menunda serangan sehari ini krusial karena kesalahan prakiraan bisa menyebabkan ribuan korban. Para ilmuwan kini merekonstruksi cuaca D-Day menggunakan data historis, memperlihatkan betapa sempitnya celah kecil yang dimanfaatkan. Meski berhasil, kondisi 6 Juni tetap buruk dengan awan tebal dan laut kasar, bahkan membuat sejumlah pasukan jatuh di lokasi tak sesuai rencana. NASA menegaskan syarat spesifik D-Day meliputi langit relatif cerah, laut tenang, angin ringan, dan pasang surut yang mendukung. Bulan purnama juga diperlukan untuk operasi malam. Di sisi Jerman, prakiraan cuaca buruk membuat mereka yakin sekutu tidak akan menyerang, sehingga sebagian pasukan Jerman meninggalkan posisi. Presiden AS Harry Truman menyebut 6 Juni sebagai hari tunggal yang memungkinkan operasi berlangsung. Rekonstruksi modern membuktikan betapa tipisnya kesempatan yang ditemukan para meteorolog tanpa teknologi modern pada 1944.
Bagikan
Berita terkait
Daftar 11 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini Menurut BMKG
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 07.00
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Hari Ini
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 07.50
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 28 Agustus 2026: Cerah Berawan Seharian
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 07.00
BMKG prakirakan cuaca mayoritas daerah cerah hingga berawan tebal
ANTARA News · 25 Agustus 2026 pukul 06.29