Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Riwayat Kemenyan Sumatera di Panggung Dunia

Pada tahun 1885, kemenyan Sumatera mulai diekspor ke Eropa melalui pelabuhan Sibolga, menjadi bahan penting bagi industri parfum dan apotek di Paris dan Amsterdam. Di abad ke-19, kemenyan tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki makna sakral, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Bolswarder Nieuwsblad pada 5 Februari 1863, yang menyebutkan bahwa kemenyan adalah milik para dewa dan berfungsi sebagai jembatan doa manusia ke langit. Sebelum kolonialisme, Barus di Sumatera Utara sudah terkenal sebagai pusat perdagangan kemenyan, bahkan digunakan oleh bangsa Mesir kuno untuk pengawet mumi, sebagaimana dilaporkan oleh koran Provinciale Geldersche en Nijmeegsche Courant pada 21 Februari 1897.

Berita terkait