Riwayat Kemenyan Sumatera di Panggung Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada tahun 1885, kemenyan Sumatera mulai diekspor ke Eropa melalui pelabuhan Sibolga, menjadi bahan penting bagi industri parfum dan apotek di Paris dan Amsterdam. Di abad ke-19, kemenyan tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki makna sakral, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Bolswarder Nieuwsblad pada 5 Februari 1863, yang menyebutkan bahwa kemenyan adalah milik para dewa dan berfungsi sebagai jembatan doa manusia ke langit. Sebelum kolonialisme, Barus di Sumatera Utara sudah terkenal sebagai pusat perdagangan kemenyan, bahkan digunakan oleh bangsa Mesir kuno untuk pengawet mumi, sebagaimana dilaporkan oleh koran Provinciale Geldersche en Nijmeegsche Courant pada 21 Februari 1897.
Bagikan
Berita terkait
Peringati Hari Batik Nasional, PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 21.15
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Warisan Batik Nusantara
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.51
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Warisan Batik Nusantara Lewat Klasterisasi
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 20.48
Batik dan Emas, Dua Warisan Bernilai untuk Generasi Mendatang
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.55