Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Saat Internet Mengubah Hidup Warga 3T: Tak Lagi Naik Pohon Cari Sinyal

Masyarakat di wilayah 3T dulu kesulitan akses internet. Di Kabupaten Flores Timur, NTT, warga, sekolah, dan fasilitas kesehatan harus berjalan berkilometer atau naik pohon demi sinyal. Geografis pegunungan dan rawan bencana memperparah tantangan. Setelah infrastruktur hadir, enam BTS dan 262 akses internet dibangun di fasilitas pemerintahan, desa, sekolah, serta kesehatan. Kini sekolah seperti SMAN 1 Titehena butuh kapasitas lebih besar karena 450 siswa plus 50 guru mengakses jaringan bersamaan saat asesmen digital.

Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, konektivitas memungkinkan petani mendapat informasi harga komoditas dari tingkat provinsi hingga kecamatan. Mereka bisa membandingkan harga dan mempromosikan produk lewat media sosial untuk jangkau pembeli luar desa. Internet berubah dari sekadar sinyal menjadi akses informasi, layanan publik, pendidikan, dan peluang ekonomi.

Bakti Komdigi atasi kesenjangan lewat Satria-1 berkapasitas 150 Gbps yang gabungkan jaringan terestrial dan nonterestrial. Palapa Ring sebagai tulang punggung serat optik membentang 12.148 kilometer melayani 131 titik NOC di 57 kabupaten/kota. Bakti Aksi sediakan internet gratis di lebih dari 31.864 titik layanan publik (68% pendidikan, 5,89% kesehatan). Bakti Sinyal bangun BTS 4G dan USO di 6.747 titik di wilayah 3T dan perbatasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait