Satelit Pemantul Matahari Bikin Astronom Ketakutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bulan lalu Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat menyetujui satelit eksperimental kontroversial startup Reflect Orbital. Satelit ini memantulkan sinar Matahari ke Bumi untuk menerangi titik tertentu di malam hari bagi pelanggan berbayar. Tujuannya agar pembangkit listrik tenaga surya tetap menghasilkan listrik setelah malam tiba serta menyediakan penerangan darurat.
Para astronom terkejut karena satelit terang merusak pengamatan luar angkasa. FCC menerima hampir 2.000 komentar kritik. Astronom amatir yang melihat satelit cermin prototipe lewat teleskop 12 inci berisiko kerusakan mata permanen, setara menatap Matahari saat gerhana total. Risiko serupa diketahui dari satelit Znamya Rusia 1990-an yang dibatalkan. Tidak ada peringatan kapan satelit melintas di langit.
Asosiasi pilot ALPA khawatir keselamatan lalu lintas udara. Satelit berpotensi ganggu pola tidur spesies bermigrasi dan ubah lingkungan cahaya malam skala planet. Jumlah satelit orbit rendah Bumi melonjak dan semakin terang. Bintang-bintang dikhawatirkan hancur sebagai warisan umat manusia.
Bagikan
Berita terkait
Gerhana Matahari Total, Arab Saudi Bakal Gelap Gulita
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 08.25
Setelah Bulan, China Kini Buat Peta Isi Planet Mars
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 07.40
Jaksa Tarik Berkas Banding Thomas Van Der Heyden di Kasus Satelit Kemhan
JawaPos · 30 September 2026 pukul 21.45
Peron 4-5 Stasiun Bogor Dibuka Lagi Usai Direnovasi, Kini Berkanopi
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.18