Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Satelit Uni Eropa Tangkap Kebakaran Ketapang, Asap Tebal Membubung

Citra satelit Copernicus Sentinel-2 milik Uni Eropa berhasil memotret kebakaran aktif dan kepulan asap tebal di sekitar Ketapang, Kalimantan Barat, pada 2 September 2026. Dalam citra tersebut, area kebakaran terlihat berwarna jingga-merah, sementara asap berwarna abu-putih membentang ke arah barat menuju pantai. Kebakaran ini terutama menyentuh lahan gambut yang menyimpan karbon dalam jumlah besar, sehingga berpotensi memperparah emisi karbon dan sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah.

Dampak kebakaran dan asap ini terlihat nyata pada kesehatan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 50.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terkait asap karhutla selama Juli hingga Agustus 2026, dengan lebih dari 12.000 kasus terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun. Kualitas udara di beberapa wilayah juga memburuk hingga masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Pemantauan kebakaran semakin penting selama musim kemarau. Teknologi satelit seperti Sentinel-2 dan layanan CAMS Fire Emissions Watch membantu mendeteksi titik panas, memantau penyebaran asap, dan menilai dampaknya terhadap atmosfer. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 946 titik panas di Indonesia pada 31 Agustus 2026, dan hingga 2 September, kebakaran tahun ini sudah menghasilkan sekitar 10% dari total emisi yang dilepaskan selama kebakaran besar 2015. Kondisi ini dipengaruhi oleh El Nino dan fase positif Indian Ocean Dipole yang membuat wilayah rawan kebakaran semakin kering.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait