Seluruh Dunia Pakai, Ternyata Teknologi Ini Dapat Subsidi Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat mengeluarkan dana US$2 miliar atau sekitar Rp35 triliun dari pajak warganya untuk membiayai jaringan satelit GPS. Layanan navigasi ini tersedia gratis tidak hanya bagi warga AS, tetapi juga sebagian besar wilayah di dunia. GPS terdiri dari 24 satelit yang dioperasikan Angkatan Luar Angkasa AS, masing-masing berada pada ketinggian sekitar 20 ribu km di atas permukaan Bumi, dan memancarkan sinyal lokasi serta waktu secara global.
AS sebenarnya mengembangkan GPS sejak Perang Dingin untuk keperluan militer, seperti melacak pasukan, pesawat, dan kapal perang. Awalnya sinyal sipil sengaja diturunkan kualitasnya sehingga akurasi posisi meleset hingga 100 meter. Pada Mei 2000, Presiden Bill Clinton mengubah aturan tersebut sehingga penerima sipil bisa menerima informasi sepuluh kali lebih akurat. Pemerintah AS diperkirakan akan terus mendanai GPS karena sistem ini tetap dibutuhkan untuk militer, keamanan, dan penerbangan.
Selain GPS, terdapat sistem navigasi satelit lain yang dikembangkan negara lain. Eropa memiliki Galileo, China memiliki BeiDou yang unggul karena pengguna bisa mengirim pesan melalui satelit sehingga tetap bisa berkomunikasi di daerah terpencil tanpa sinyal seluler. Rusia memiliki GLONASS yang dikembangkan sejak era Soviet dan memiliki perlindungan sinyal sangat baik di garis lintang tinggi, sehingga efektif digunakan di wilayah utara dan Arktik yang kerap kehilangan sinyal GPS standar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 20.15
Sistem GPS Ternyata Dibiayai AS Rp 35 T Per Tahun, Ini Alasannya
Berita terkait
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.35
Ini Dia 'Sosok Pengganti' Debt Collector
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 11.30