Smart Glasses Boleh Dipakai, Tapi Jangan Rekam Orang Tanpa Izin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Smart glasses dengan kamera seperti Ray-Ban Meta semakin populer untuk merekam video sudut pandang pertama secara praktis. Namun, kasus seorang kreator konten Indonesia yang merekam usher di GIIAS 2026 tanpa izin memicu perdebatan privasi. Rekaman tersebut diunggah dengan narasi 'cara deketin cewek' dan menuai kritik karena dianggap melanggar etika.
Tech reviewer Wasa Wirman menjelaskan bahwa smart glasses memiliki fitur privasi seperti lampu LED indikator saat kamera aktif, sehingga tidak dirancang untuk perekaman diam-diam. Ia menekankan penggunaan utamanya adalah untuk dokumentasi aktivitas pribadi, bukan merekam orang lain. Pengguna harus meminta izin jika wajah seseorang menjadi fokus konten, dan menghormati pekerja seperti SPG atau usher.
Komunitas kreator diharapkan menerapkan kebiasaan meminta izin sebelum merekam. Penyelenggara acara juga dapat menyusun panduan penggunaan kamera wearable. Edukasi dan penegakan aturan yang ada lebih penting daripada regulasi baru. Teknologi yang canggih harus diimbangi dengan etika penggunaan yang bertanggung jawab.", "tags": ["smart glasses", "privasi", "etika teknologi", "kreator konten", "kamera wearable"]
Bagikan
Berita terkait
Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.59
BRIN Siapkan Pesawat N219 dan Versi Amfibi untuk Ambulans Terbang
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.29
iPhone Lipat Akan Dirilis di AS Lebih Dulu, Negara Lain Menyusul
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.05
5 Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Hari Ini, Hadiahnya Berlimpah
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 21.01