Strategi Hijau Telkom di Balik Infrastruktur Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Telkom menerapkan strategi hijau dalam pengembangan infrastruktur digital, khususnya pada jaringan telekomunikasi dan data center. Pada jaringan, perusahaan menggunakan solusi energi mandiri dan teknologi hybrid pada Base Transceiver Station (BTS), termasuk di wilayah yang rawan gangguan cuaca ekstrem. Data center juga menjadi fokus utama, mengingat meningkatnya kebutuhan akan cloud computing, big data, dan artificial intelligence (AI) yang menuntut energi besar. Untuk mengurangi dampak lingkungan, TelkomGroup mengembangkan green data center dan menargetkan lebih dari 50% data center yang beroperasi menggunakan energi terbarukan pada tahun 2040. Target ini menjadi bagian dari arah transisi energi jangka panjang perusahaan. Strategi hijau ini tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga mencakup dekarbonisasi, efisiensi energi, dan energi terbarukan sebagai dukungan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan bahwa keberlanjutan sudah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar kepatuhan regulasi. Menurutnya, pendekatan ini membantu memperkuat daya saing Telkom di era digital sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
BATIC 2026 Makin Besar, Telkom Perkuat Posisi RI sebagai Hub Konektivitas Global
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.38
Telkom Genjot Infrastruktur Kabel Bawah Laut Global & Hub Digital Asia Pafisik
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.49
Telkom Gaspol Bangun Infrastruktur Digital, Begini Strateginya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.45
AI Makin Pesat, Telkom Siapkan Data Center Lewat NeutraDC
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 13.07