Studi Temukan Ribuan Spesies Langka Dijual di Facebook, TikTok, hingga Shopee
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi dari University of Helsinki yang dipublikasikan di Nature Reviews Biodiversity mengungkap ribuan spesies langka, termasuk hewan, tumbuhan, dan jamur, diperjualbelikan secara ilegal di Facebook, TikTok, Shopee, dan marketplace lain. Dari 33.006 spesimen yang ditemukan pada survei 280 platform selama 6 pekan, 54% berupa hewan hidup (untuk peternakan atau dibunuh untuk bagian tubuh), 46% produk turunan seperti cula badak. Semua termasuk dalam daftar CITES yang berisiko kepunahan. Penjualan online menggunakan anonimitas dan geografis menjangkau global, mempercepat eksploitasi satwa liar dan memperburuk krisis kepunahan massal. Peneliti menuntut pendekatan lintas sektor termasuk regulasi platform, teknologi deteksi, dan partisipasi masyarakat lokal untuk menghentikan perdagangan ilegal ini.
Bagikan
Berita terkait
Halimun-Salak Jadi Rumah 51 Macan Tutul Jawa, Habitatnya Masih Terus Terancam
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 19.25
Konsisten Lestarikan Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026 dari Kemenhut
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 18.36
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat demi Menjaga Ekosistem Batang Toru
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.35
Balai TN Aketajawe Lolobata Promosi Kekayaan Hayati Malut ke Dunia Lewat 2 Kegiatan Ini
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 12.51