Sumber Duit Baru Telkom Laku Seperti Kacang Goreng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Telkom Indonesia saat ini didominasi pendapatan dari bisnis konsumen melalui Telkomsel, terutama mobile broadband dan fiber broadband. Namun, perusahaan sedang mempersiapkan tiga pilar pertumbuhan baru untuk mengurangi ketergantungan pada B2C. Pertama adalah InfraNexia yang sedang disiapkan spin-off dan diproyeksikan dapat beroperasi penuh pada 1 Oktober 2026. Kedua, Telkom International (Telin) fokus pada bisnis kabel bawah laut yang menjadi incaran banyak perusahaan. Ketiga, B2B ICT yang menyediakan konektivitas dan solusi ICT untuk enterprise, pemerintah, BUMN, hingga UMKM. Meskipun ketiga bisnis ini sudah profit, kontribusinya masih belum signifikan dibandingkan B2C. Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, mengharapkan ketiga pilar ini dapat meningkatkan kontribusi ke Telkom Group sehingga tidak lagi didominasi oleh B2C.
Bagikan
Berita terkait
Sambut Spin-Off Tahap 2, InfraNexia Topang Konektivitas Wholesale
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 09.56
Pelaku Telco dan Digital Global Kumpul di BATIC 2026, Perkuat Kolaborasi
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.10
CEO Beberkan Rencana Telkom 5 Tahun Ke Depan, Siap Genjot AI
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 14.35
Telkom Dorong Perusahaan Asia Pasifik Maksimalkan Teknologi AI, Ini Tujuannya
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 00.29