Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Survei Ungkap Pengguna Mac Lebih Banyak Jadi Sasaran Serangan Siber

Survei Kaspersky yang dilakukan pada Maret 2026 terhadap 7.200 responden dari 18 negara, termasuk Indonesia, mengungkapkan bahwa pengguna macOS justru lebih sering mengalami insiden keamanan siber dibandingkan pengguna Windows. Sebanyak 12 persen pengguna macOS melaporkan infeksi malware, lebih tinggi dibandingkan 9 persen pengguna Windows. Selain itu, 12 persen pengguna macOS menjadi korban phishing, sementara hanya 9 persen pengguna Windows. Pengguna macOS juga lebih banyak melaporkan penipuan umum dan investasi (16 persen) serta pencurian data pribadi (12 persen) dibandingkan pengguna Windows yang masing-masing mencapai 13 persen dan 7 persen.

Meskipun pengguna macOS lebih sering menjadi sasaran serangan, hanya 35 persen di antaranya yang memasang perangkat lunak keamanan khusus, jauh lebih rendah dibandingkan 42 persen pengguna Windows. Pengguna Windows juga lebih banyak menerapkan langkah-langkah keamanan seperti menghindari email atau tautan mencurigakan (62 persen vs 51 persen), menggunakan kata sandi unik (38 persen vs 35 persen), kata sandi kompleks (52 persen vs 45 persen), dan autentikasi dua faktor (51 persen vs 46 persen).

Sergey Puzan, pakar keamanan siber Kaspersky, menjelaskan bahwa anggapan bahwa macOS secara inheren lebih aman sudah tidak relevan lagi. Para penyerang kini mengembangkan malware khusus untuk Mac dan menggunakan teknik phishing serta serangan rantai pasok yang dapat menjangkau pengguna dari berbagai sistem operasi. Akibatnya, Puzan menekankan bahwa perangkat apa pun yang terhubung ke internet perlu dilindungi dengan perangkat lunak keamanan siber, terlepas dari sistem operasinya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait