Teknologi Ini Bisa Peringatkan Gempa Sebelum Guncangan Datang, Begini Caranya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sistem peringatan dini gempa bumi (EEW) semakin diterapkan di negara-negara rawan bencana seperti Indonesia yang berada di jalur Cincin Api. EEW mendeteksi gelombang P yang bergerak cepat sebelum gelombang S dan L yang lebih berbahaya tiba, memberikan waktu beberapa detik kepada masyarakat untuk berlindung. Sistem ini menggunakan seismometer dan sensor untuk memantau gempa, lalu mengirimkan peringatan ke wilayah yang terdampak jika magnitudo melebihi ambang tertentu. Negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, dan Taiwan sudah memiliki sistem EEW yang beroperasi. Setelah gempa 9,0 dan tsunami di Jepang 2011, sistem peringatan gempa Jepang diperluas dengan jaringan observasi dasar laut (S-Net) yang meningkatkan waktu peringatan sekitar 20 detik dan mempercepat peringatan tsunami hingga 20 menit. Di Amerika Serikat, sistem ShakeAlert mengirimkan lebih dari 6,8 juta peringatan untuk 194 gempa sejak diluncurkan pada 2019. Walaupun tidak dapat memprediksi kapan gempa terjadi, EEW memberikan waktu tambahan bagi masyarakat untuk mengambil tindakan keselamatan seperti 'turun, berlindung, dan bertahan'.
Bagikan
Berita terkait
Data BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia Imbas Gempa M7 NTT
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 13.24
Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7.7 di NTT Telah Berakhir
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.11
BMKG keluarkan peringatan dini tsunami pascagempa M 7,7 di Nagekeo NTT
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 06.45
Tsunami 0,3 Meter Terjang Labuan Bajo Usai Gempa M7,7
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.37