Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Telkom Monetisasi Jaringan Infrastruktur Senilai Rp85,7 via InfraNexia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah memisahkan aset infrastruktur jaringan senilai Rp85,7 triliun kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Pemisahan aset ini mendapatkan persetujuan pemegang saham independen dalam RUPS-LB pada 30 September 2020, dilanjutkan dengan penandatanganan akta pemisahan di Telkom Landmark Tower, Jakarta. InfraNexia akan mengelola lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom, meliputi 112 ribu kilometer jaringan fiber optik dan 26 ribu kilometer sistem komunikasi kabel laut (SKKL) domestik.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyatakan bahwa InfraNexia diproyeksikan menjadi penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia dengan jaringan yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Pemisahan ini bertujuan memperkuat fokus bisnis Telkom sekaligus meningkatkan produktivitas aset infrastruktur untuk kontribusi pendapatan segmen bisnis-to-business infrastructure TelkomGroup.

InfraNexia direncanakan untuk mengadopsi model bisnis open-access dan carrier-neutral melalui dua lini utama: wholesale connectivity dan wholesale FTTx. Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf menekankan komitme menghadapi masa depan dengan menyiapkan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center. InfraNexia akan menyediakan layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, dan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Berita terkait