TelkomGroup dan China Unicom Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Digital Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9363328/original/033682500_1790850961-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_17.22.44.jpeg)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT China Unicom Indonesia Operations (China Unicom) pada 21 September 2026 di Jakarta. Kolaborasi strategis ini melibatkan tiga anak perusahaan Telkom, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel). MoU ini ditandatangani oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno dan Direktur China Unicom Wu Xu Hua, dengan didampingi Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur digital, konektivitas, dan solusi teknologi di Indonesia melalui skema multilateral yang menggabungkan kapabilitas kedua belah pihak.
MoU ini mencakup lima bidang utama: ekosistem data center, kecerdasan buatan (AI), solusi dan use case 5G, konektivitas, dan Internet of Things (IoT). Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan produk, layanan, dan peluang bisnis bagi pelanggan enterprise di Indonesia, sekaligus menjajaki akses ke pasar global. TelkomGroup akan menggabungkan infrastruktur, ekosistem pelanggan, dan pemahaman pasar domestiknya dengan pengalaman internasional, kapabilitas teknologi, dan jaringan ekosistem global China Unicom. China Unicom saat ini melayani lebih dari 1,2 miliar pengguna, didukung oleh hampir 5 juta stasiun basis 5G dan lebih dari 670.000 kilometer kabel laut.
Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi jaringan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan digital. Seno Soemadji menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari upaya TelkomGroup untuk memperluas kerja sama strategis dengan mitra global yang memiliki kapabilitas dan pengalaman komplementer. Tahapan selanjutnya mencakup validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, dan penjajakan inisiatif bersama. Setiap peluang akan dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, nilai bisnis, dan peran serta kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.
Bagikan
Berita terkait
Perkuat Ekosistem Digital, Telkom Colab Bareng China Unicorn
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 18.42
TelkomGroup Gandeng China Unicom Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia
Detik.com · 29 September 2026 pukul 20.23
TelkomGroup dan China Unicom Bermitra Perkuat Ekosistem Digital RI
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.38
Gandeng China Unicom, TelkomGroup Siap Perkuat Ekosistem Digital RI
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 19.40