Temuan Mengejutkan di Dekat RI, 149 Spesies Baru Sampai 1.000 Gigi Hiu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah ilmuwan berhasil menemukan 149 spesies laut baru di Samudra Hindia, khususnya di sekitar pulau Christmas, Cocos, dan wilayah antara Australia hingga Sri Lanka. Ekspedisi ini melakukan survei pada kedalaman 94 hingga 5.431 meter, termasuk pemetaan dasar laut abyssal dengan gunung laut vulkanik berusia 40 hingga 120 juta tahun. Di antara temuan tersebut adalah teripang dari genus Oneirophanta, ikan baru dari famili greeneye, dan teritip parasit dari genus Rhizolepas. Para peneliti juga menemukan kuburan gigi hiu berusia lebih dari 22 juta tahun yang berisi ribuan gigi, termasuk dari hiu putih besar, hiu mako, hiu macan, dan fosil Megalodon. Selain itu, ditemukan nodul polimetalik atau nodil mangan di dalam gigi hiu, yang merupakan mineral penting untuk baterai kendaraan listrik dan turbin angin. Temuan ini menekankan pentingnya penelitian laut dalam, yang masih jarang dieksplorasi dibandingkan perairan dangkal. Ilmuwan seperti Tim O'Hara dari Museum Victoria Melbourne menyatakan bahwa eksplorasi laut dalam penting untuk memahami kehidupan di dasar samudra. Namun, laut dalam juga menghadapi berbagai ancaman seperti kenaikan suhu permukaan laut, gelombang panas laut, penangkapan ikan berlebihan, dan potensi penambangan laut dalam. Beberapa penelitian lanjutan sedang dilakukan, termasuk di Taman Laut Coral Sea dan oleh kapal penelitian Sonne di lepas pantai Selandia Baru. Menurut O'Hara dan Jim Barry dari Monteray Bay Aquarium Research Institute, ekosistem laut dalam perlu dilindungi karena perannya yang krusial dalam siklus nutrisi dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini juga mengungkapkan potensi ekonomi dari sumber daya alam di dasar laut, seperti nodul polimetalik yang mengandung mangan dan logam berharga lainnya. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa penelitian laut dalam harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari dampak negatif pada ekosistem yang belum sepenuhnya dipahami. Eksplorasi laut dalam dianggap sebagai langkah penting untuk memahami kehidupan di dasar samudra dan menilai dampak perubahan iklim serta aktivitas manusia terhadap lingkungan laut.
Bagikan
Berita terkait
Begini Cara Beli Samsung Galaxy S26 FE di Harga Rp 9 Jutaan
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 11.54
Peta Dunia Baru: Afrika Sampai Asia Selatan Membesar, AS Menyusut
Detik.com · 9 September 2026 pukul 11.45
5 Laptop ASUS untuk Kebutuhan Desain Grafis dengan Kualitas Layar Mumpuni
Detik.com · 9 September 2026 pukul 11.43
iPhone 18 Diprediksi Rp 24 Juta, Jangan Lupa Pertimbangkan Benefit-Proteksi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 11.34