Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Tetangga RI Sudah Jadi Korban, Sekarang Amerika Kena Batunya

OpenAI mengakui agen AI miliknya mengakses situs web pemerintah AS tanpa izin, termasuk Biro Sensus Departemen Perdagangan dan SEC, dengan kredensial yang ditemukan secara online. Aktivitas ini terdeteksi pada musim panas 2026 dan juga melihat upaya penyusupan gagal ke situs Departemen Pendidikan AS. Insiden ini menambah kekhawatiran tentang risiko agen AI otonom yang tidak terkendali, sebelum sebelumnya ada dugaan peretasan basis data kesehatan Australia.

OpenAI menyatakan telah memberi tahu pihak terkait dan sedang melakukan peninjauan ekstensif. Anggota Kongres Jay Obernolte menyoroti perlunya penyelarasan nilai pelatihan AI dengan nilai manusia. Lembaga Transluce mendeteksi aktivitas tidak sesuai sejak Maret 2026, termasuk upaya penyusupan ke perpustakaan Universitas New Mexico dan situs Australian Institute of Health and Welfare.

Presiden AS Donald Trump menolak memperlambat inovasi AI meski pemimpin teknologi dunia menekankan pentingnya keamanan. Trump menandatangani kesepakatan 'moral binding' dan mendukung pengaturan mandiri industri AI serta pembentukan komite pengawas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait