Toilet Rp 415 Juta Milik NASA Ubah Air Kencing Jadi Air Minum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NASA mengembangkan toilet canggih senilai $23 juta (≈Rp 415 juta) untuk para astronaut, yang dapat mengubah urine menjadi air minum. Sistem Pengelolaan Limbah Universal (UWMS) ini lebih kecil dan ringan, sebagian besar berbahan titanium yang tahan korosi, serta memiliki desain tempat duduk ergonomis dan wadah urine yang ramah bagi astronaut wanita. Berbeda dengan toilet konvensional yang mengandalkan gravitasi, UWMS menggunakan aliran udara: kipas menarik limbah dan urine melalui corong dan dudukan, lalu urine diproses di Urine Processor Assembly melalui sentrifugasi bertekanan rendah dan pemanasan hingga menguap. Uap dikondensasikan dan dialirkan ke Water Processor Assembly untuk disaring melalui filter partikulat, lapisan multi‑filtrasi, oksidasi katalitik, dan sterilisasi yodium, menghasilkan air yang memenuhi standar minum yang lebih ketat daripada kebanyakan pasokan air di kota‑kota AS. Sistem ini dapat mendaur ulang sekitar 98 % air; 2 % sisanya berupa brine yang sangat pekat dan sulit diolah. NASA membeli dua unit seharga $23 juta; satu unit dipasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan satu lagi akan digunakan di kapsul Orion untuk misi Artemis II.
Bagikan
Berita terkait
Fathur Bilang 20 Orang Meninggal Dampak Gempa Flores, 2 Orang Masih Tertimbun
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 14.05
NASA Resmi Ajak ISRO Bergabung dalam Proyek Pembangunan Pangkalan Bulan
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.45
Satelit NASA Abadikan Bayangan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.00
Usai Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Kapan Momen Langka Itu Terjadi Lagi?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.30