Trump Kena Batunya, China Makin Kuat Sudah Tak Butuh Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebijakan protektif pemerintahan Trump untuk menghambat kemajuan teknologi China terbukti sia-sia. Sanksi dan pembatasan ekspor teknologi AS ke China tidak menghentikan Beijing mengembangkan teknologi secara mandiri, terutama dalam industri chip dan kecerdasan buatan (AI), yang justru terus berkembang dan memicu kekhawatiran AS.
China kini mengeluarkan peraturan baru untuk melindungi teknologi chip domestiknya, berlaku mulai 15 Oktober 2026. Revisi peraturan ini akan melindungi desain sirkuit terpadu, memperketat standar pendaftaran, dan mengenakan sanksi hukuman bagi pelanggaran serius. Peraturan mencakup penentuan komponen chip, desain, dan inti pengembangan semikonduktor, berlaku bagi perusahaan yang tidak memproduksi chip secara mandiri.
Langkah ini merupakan respons terhadap pembatasan AS, yang sebelumnya membatasi akses China ke software dan peralatan semikonduktor canggih. Beijing juga mempertimbangkan langkah lebih luas untuk mencegah teknologi penting berpindah ke luar negeri, termasuk pembatasan produksi chip canggih berbasis desain lokal di luar negeri. Direktur Pelaksana Ankura China Advisor, Alfredo Montufar-Helu, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan menyaring klaim berkualitas rendah dan membedakan perusahaan berdasarkan kemampuan teknologi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.15
BRIN Beberkan 6 Teknologi Prioritas, dari AI hingga Nuklir
Berita terkait
China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 07.55
Warga China Putus Massal, Sedih Dilarang Pacaran dengan AI
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 06.50
Raksasa Teknologi AS Tutup Kantor, Tak Kuat Berbisnis di China
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.20
Top 3 Tekno: Apple Kedatangan Bos Baru, OpenAI Ditinggal Banyak Pemimpin
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.03