Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Kena Batunya, China Makin Kuat Sudah Tak Butuh Amerika

Kebijakan protektif pemerintahan Trump untuk menghambat kemajuan teknologi China terbukti sia-sia. Sanksi dan pembatasan ekspor teknologi AS ke China tidak menghentikan Beijing mengembangkan teknologi secara mandiri, terutama dalam industri chip dan kecerdasan buatan (AI), yang justru terus berkembang dan memicu kekhawatiran AS.

China kini mengeluarkan peraturan baru untuk melindungi teknologi chip domestiknya, berlaku mulai 15 Oktober 2026. Revisi peraturan ini akan melindungi desain sirkuit terpadu, memperketat standar pendaftaran, dan mengenakan sanksi hukuman bagi pelanggaran serius. Peraturan mencakup penentuan komponen chip, desain, dan inti pengembangan semikonduktor, berlaku bagi perusahaan yang tidak memproduksi chip secara mandiri.

Langkah ini merupakan respons terhadap pembatasan AS, yang sebelumnya membatasi akses China ke software dan peralatan semikonduktor canggih. Beijing juga mempertimbangkan langkah lebih luas untuk mencegah teknologi penting berpindah ke luar negeri, termasuk pembatasan produksi chip canggih berbasis desain lokal di luar negeri. Direktur Pelaksana Ankura China Advisor, Alfredo Montufar-Helu, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan menyaring klaim berkualitas rendah dan membedakan perusahaan berdasarkan kemampuan teknologi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait