Trump Kena Batunya, Sekarang Giliran China Blokir AS Habis-Habisan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China sedang menyiapkan strategi baru untuk membatasi akses negara Barat, termasuk AS, terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor paling canggih yang dikembangkan di dalam negeri. Pemerintah Beijing mempertimbangkan pengetatan aturan ekspor sebagai bagian dari upaya menjaga teknologi strategis tetap berada di tangan China. Langkah ini mencerminkan pergeseran sikap Beijing yang kini memandang AI canggih sebagai aset nasional yang harus dikendalikan ketat, meniru pendekatan yang selama ini diterapkan AS terhadap China.
Kementerian Perdagangan China telah menggelar pertemuan dengan perusahaan teknologi besar seperti Alibaba, ByteDance, dan Zhipu untuk membahas kemungkinan pembatasan. Rencana pembatasan mencakup pencegahan transfer data penting pelatihan model AI ke luar negeri, pemblokiran unduhan bobot model (model weights) oleh pengguna asing, serta larangan produsen chip seperti Qualcomm dan TSMC memproduksi semikonduktor berdasarkan desain perusahaan China seperti Huawei, Alibaba, dan ByteDance.
Langkah ini merupakan respons China terhadap pembatasan teknologi yang selama ini diterapkan AS. Pembatasan baru berpotensi dimasukkan dalam revisi daftar teknologi ekspor yang dibatasi, namun masih dalam tahap pembahasan dan regulator masih mengumpulkan masukan industri sebelum keputusan final.
Bagikan
Berita terkait
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
Ini Titik Lemah Armada Kapal Induk China, Bisa Dimanfaatkan AS dan Sekutunya
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.38
AS Tuding Puluhan Negara Bantu China Menghindari Tarif Trump
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
Perkembangan AI Mulai Ubah Lanskap Pekerjaan di Sektor Teknologi China
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 08.25