Ubah Purun Jadi Tech Organizer, Inovasi Hijau Selamatkan Gambut Kalimantan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
Gaia Weave didirikan oleh Alexandra Christy Untono, siswa kelas 12 SMA, untuk mengubah rumput purun (Lepironia articulata) di lahan basah Kalimantan Selatan menjadi produk tech organizer dan aksesori. Perusahaan wirausaha sosial ini menghubungkan anyam tradisional dengan pasar modern, dengan 126 perajin di 15 desa yang menghasilkan 6.000 unit per bulan. Produk tersedia di lebih dari 100 gerai ritel seperti Ranch Market dan Dekoruma, serta diserap korporasi untuk merchandise. Pendapatan perajin meningkat 100-150 persen, dari Rp 1-1,5 juta menjadi Rp 2,7-3 juta per bulan. Target 2030: memberdayakan 1.000 perajin, pasar ekspor, dan kemitraan B2B hotel internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.00
BASF Indonesia Gandeng PJI Pacu Inovasi Pelajar Lewat National Innovation Challenge
Berita terkait
"Wall of Jakarta" di Pulau Tidung perkuat daya tarik Kepulauan Seribu
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 11.48
BLDF dan UNJANI Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Lingkungan
kumparan · 21 September 2026 pukul 18.16
Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat untuk Peduli Lingkungan
kumparan · 20 September 2026 pukul 14.08
Pasar Wiwitan SCBD Hadirkan Produk Lokal, Kreativitas, dan Ruang Berkumpul bagi Masyarakat Jakarta
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 11.10