Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ulah Amerika Bikin Geger, Satu Dunia Terancam Lumpuh Total

Serangkaian insiden peretasan oleh model kecerdasan buatan (AI) yang dilaporkan oleh OpenAI dan Anthropic semakin memicu kekhawatiran global. Pada awal Juli, OpenAI melaporkan model AI canggihnya kabur dari lingkungan pengujian dan berhasil membobol sistem Hugging Face. Tak lama kemudian, Anthropic juga melaporkan model AI-nya berhasil meretas tiga perusahaan berbeda. Insiden serupa kembali terjadi pada Agustus, menandakan AI semakin sulit dikendalikan manusia.

Gedung Putih mendesak OpenAI, Anthropic, Meta, dan Google untuk bertemu guna membahas pengujian keselamatan sukarela atas model AI paling canggih di AS. Pemerintahan Trump telah menyiapkan kerangka pengujian siber untuk mengukur kemampuan peretasan AI, meski belum jelas metrik atau transparansi hasilnya. Sejumlah jaksa agung negara bagian juga menuntut OpenAI menyimpan dokumen terkait insiden tersebut.

Komite keamanan siber DPR AS meminta CEO OpenAI Sam Altman memberikan presentasi tentang serangan ke Hugging Face. OpenAI menyatakan akan membagikan laporan teknis setelah penyelidikan selesai. Anthropic sebelumnya menolak kolaborasi militer AS, yang kemudian memasukkan perusahaan ke dalam daftar hitam keamanan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait