X Ungkap Jaringan 200 Ribu Bot, Diduga Serang Industri Pusat Data AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

X (dulunya Twitter) mengungkap jaringan bot yang terdiri dari sekitar 200.000 akun yang diduga digunakan untuk memengaruhi diskusi publik terkait industri pusat data kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat. Temuan ini merupakan hasil penyelidikan tim keamanan X, yang menduga akun-akun tersebut memiliki keterkaitan dengan Tiongkok. Sekitar 200 akun di antara jaringan ini aktif menyebarkan konten berupa komik, gambar, dan tulisan yang menyoroti dampak pusat data AI terhadap masyarakat, khususnya terkait kenaikan tagihan listrik dan tekanan pada jaringan listrik lokal. X tidak mempublikasikan daftar lengkap akun, tetapi menampilkan beberapa contoh unggahan sebagai bukti. Beberapa akun juga menggunakan teknologi AI, termasuk dari OpenAI, untuk menghasilkan ilustrasi dan materi kampanye. Narasi yang disebarkan cenderung menekankan bahwa pusat data AI dikelola untuk keuntungan pribadi, sementara masyarakat setempat harus menanggung biaya sosial dan lingkungan. X menyatakan komitmennya untuk menjaga platform tetap terbuka dan autentik, serta menangguh akun yang melanggar kebijakan autentisitasnya. Temuan ini sejalan dengan laporan sebelumnya dari OpenAI pada Juni 2026, yang juga mengidentifikasi aktivitas serupa yang diduga berasal dari Tiongkok dan menggunakan ChatGPT untuk menyebarkan konten menentang pembangunan pusat data AI. Isu konsumsi energi pusat data AI memang menjadi perdebatan hangat di AS, terutama mengingat kebutuhan listrik besar dari fasilitas hyperscale yang dapat mempengaruhi jaringan dan biaya energi di sekitarnya.
Bagikan
Berita terkait
OpenAI hingga Microsoft Kompak Peringatkan Ancaman Serangan Siber Berbasis AI
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 19.31
AI OpenAI Berhasil Bobol Sistem, Laporan Ungkap Cara Model ‘Kabur’ dari Pengujian
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 16.15
Saat Artificial Intelligence Bergerak di Luar Kendali
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.14
Dunia Bersiap Hadapi Petaka Baru, Semua Diminta Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.00