Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

14 Negara Berada di Balik Saudi Melawan Ancaman Houthi di Laut Merah

Sebanyak 14 negara secara resmi mendukung pembentukan koalisi maritim pertahanan yang dipimpin Arab Saudi untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab dari ancaman milisi Houthi. Pengumuman ini disampaikan Kementerian Pertahanan Arab Saudi setelah pertemuan tingkat tinggi di Riyadh yang dihadiri perwakilan 43 negara. Negara anggota meliputi Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Yaman, Bangladesh, Nigeria, Sudan, Jibuti, dan Somalia. Saudi menegaskan koalisi ini bersifat defensif dan tidak menargetkan negara, aliansi, atau organisasi internasional mana pun. Puluhan negara lain dikabarkan sedang menyelesaikan prosedur domestik untuk menyusul bergabung.

Pembentukan koalisi ini terjadi setelah Houthi yang disokong Iran mendeklarasikan blokade maritim terhadap kapal berbendera Saudi yang melintasi Selat Bab al-Mandab. Houthi menuduh Riyadh mengepung rakyat Yaman dan mengklaim telah menyerang beberapa tanker minyak Saudi. Kondisi ini menciptakan ancaman krisis ganda bagi pasar global: di timur, Iran memperketat blokade kapal komersial di Selat Hormuz; di barat, Houthi menghadang jalur ekspor minyak Saudi melalui Selat Bab al-Mandab.

Jika kedua jalur keluar minyak itu tersumbat total, pasokan bahan bakar dunia dipastikan makin tercekik dan berpotensi memicu lonjakan harga serta krisis energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pertanyaannya, apakah kekuatan gabungan 14 negara ini mampu mendobrak blokade Laut Merah dan menstabilkan harga minyak dunia.

Sumber: SINDOnews

Diberitakan juga oleh


Berita terkait