Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

2.171,35 Hektare Lahan di Fakfak Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi wilayah paling terdampak dengan luas terbakar mencapai 2.171,35 hektare per 31 Juli 2026. Berdasarkan aplikasi SiPongi+ Kementerian Kehutanan, Fakfak mendominasi kasus karhutla dibanding kabupaten lain di Papua Barat. Total luas karhutla di seluruh Papua Barat mencapai 2.496,39 hektare pada 2026, dengan tren yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.228,71 hektare. Hampir 87 persen dari total karhutla di provinsi ini terjadi di Fakfak.

Luas kebakaran tersebut tersebar di berbagai tipe lahan, termasuk areal penggunaan lain (1.558,53 hektare), hutan produksi (363,70 hektare), hutan produksi konversi (229,25 hektare), hutan produksi terbatas (308,40 hektare), dan hutan lindung (36,51 hektare). Pada 23 Agustus 2026, tercatat 373 titik api tersebar di tujuh kabupaten di Papua Barat, termasuk Teluk Wondama dan Kaimana.

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 100.3.4.1 tentang kesiapsiagaan karhutla dan antisipasi El Nino. Satuan tugas (satgas) yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah melakukan patroli dan pemadaman. Presiden Prabowo Subianto juga menambah tiga unit helikopter water bombing dan 200 pompa air untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumatra yang juga terdampak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait