2 Petinggi Operator Nuklir Jepang Mundur Terkait Manipulasi Data Gempa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Kingo Hayashi dan Chairman Satoru Katsuno dari Chubu Electric Power mengundurkan diri pada Senin (14/9) akibat skandal manipulasi data risiko gempa di PLTN Hamaoka. Perusahaan mengakui telah menyerahkan data yang meremehkan risiko gempa kepada regulator, yang memicu pembatalan rencana pengoperasian kembali dua reaktor di wilayah berisiko 'megaquake' tersebut.
Investigasi panel independen mengungkap bahwa tekanan manajemen terhadap staf untuk mempercepat peninjauan reaktor menjadi penyebab pelanggaran. Kasus ini terungkap setelah adanya laporan whistleblower yang membuat Otoritas Regulasi Nuklir (NRA) menangguhkan proses peninjauan keselamatan. Insiden ini menghambat upaya Jepang dalam menghidupkan kembali energi nuklir untuk mencapai netralitas karbon 2050 dan memenuhi kebutuhan energi AI.
Bagikan
Berita terkait
Honda Pulihkan Produksi Motor di Kumamoto Setelah Gempa, Gold Wing hingga Super Cub Kembali Dibuat
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 17.30
Cuaca Panas Ancam Jepang
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 22.00
Gempa M 5,9 Jepang Timur, 37 Orang Luka
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 13.30
Gempa M 5,9 Guncang Tokyo dan Jepang Timur, Sejumlah Warga Terluka
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 10.16