23 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi dalam Cuaca Ekstrem Filipina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

23 orang meninggal dan ribuan warga Filipina mengungsi akibat cuaca ekstrem yang melanda Luzon dan Visayas. Bencana dipicu penguatan monsun barat daya serta siklon Luis dan Maymay, menyebabkan banjir bandang, tanah longsor, dan sungai meluap. Kondisi memperburut ruas jalan terputus, memaksa evakuasi ke pusat pengungsian. Infrastruktur dan pertanian rusak, pemadaman listrik dan terputusnya pasokan air bersih. Pemerintah fokus penyelamatan, evakuasi, dan penyaluran bantuan logistik. NDRRMC memperingatkan hujan deras berlanjut, warga daerah rawan wajib waspada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 03.01
Cerita Yanti Melihat Ibu Tertimpa Tembok saat Gempa NTT
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.05
Update Gempa NTT, Korban Meninggal Tembus 68 Orang
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 17.26
BNPB: Kemenkes Kirim 2 RS Lapangan ke NTT, Diharapkan Bisa Layani Korban Gempa
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.05
BNPB Ungkap Tak Ada Lagi Laporan Warga yang Hilang di Wilayah Gempa NTT
Berita terkait
3 Korban Gempa Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.36
Banjir dan Longsor di Filipina: 23 Orang Meninggal Dunia akibat Siklon Luis dan Maymay
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.38
Nagekeo Masih Terisolasi Pascagempa, Listrik dan Komunikasi Terkendala
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.24
Gempa NTT, Polri Buka Akses 3 Wilayah yang Sempat Terisolasi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.33