3 Dalang di Muktamar NU: Gus Ipul, Nusron, dan Muhaimin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang sedang berlangsung dengan dinamika persaingan kuat untuk posisi kepemimpinan. Kolumnis Dahlan Iskan mengidentifikasi tiga tokoh sebagai 'lokomotif' utama yang ingin memengaruhi hasil pemilihan Ketua Umum PBNU. Di antara ketiganya, Gus Ipul (Saifullah Yusuf) muncul sebagai figur paling aktif. Gus Ipul, yang juga Sekjen PBNU dan Menteri Sosial di kabinet Prabowko, diduga mendukung pasangan Kiai Miftah dengan Gus Kikin untuk menempati posisi Rais Am dan Ketua Umum secara berturut-turut. Gus Kikin, seorang pengusaha migas yang kemudian menjadi Kiai Pondok Tebuireng, menjadi fokus utama dukungan Gus Ipul. Dahlan menilai strategi Gus Ipul sebagai sangat pragmatis, didasari pengalaman panjang dalam kompetisi politik, termasuk tiga kali mencalonkan diri dalam Pilkada Jawa Timur dengan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan. Khususnya setelah kekalahannya melawan Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jawa Timur sebelumnya, Gus Ipul dikabarkan tidak ingin mengulangi kegagalan tersebut dan aktif menjadi dalang tim dukungan pasangan Kiai Miftah dan Gus Kikin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 17.40
Muktamar NU Pakai Lebih dari 150 Sistem AI, Dibuat Sendiri oleh Santri
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 16.28
Gus Yahya Registrasi Muktamar ke-35 NU: Jangan Ada Tindakan Merusak
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 07.15
Prabowo di Hadapan Ulama: Indonesia Akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 19.59
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Tagih Kartu Anggota NU ke Gus Yahya
Berita terkait
Tuntaskan DPT Muktamar NU, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 17.44
Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 85 Persen, Prabowo Diminta Buka Acara
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 10.15
Lebih 150 CCTV Terpasang di Arena Muktamar NU
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 08.47
Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo Tegaskan Jasa Besar Nahdlatul Ulama untuk Indonesia
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.37