3 Gebrakan Besar Trenggono: dari Garam, Kapal, Sampai Kampung Nelayan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah pimpinan Sakti Wahyu Trenggono meluncurkan tiga gebrakan utama untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan sebagai pendorong ekonomi Indonesia. Pertama, pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang mencakup 10.764 hektare dengan 616 hektare tahap pertama sudah selesai. Program ini bertargetkan swasembada garam pada 2029 dengan produksi mencapai 5 juta ton, sementara impor garam diturunkan dari 2,6 juta ton (2025) hingga nol pada 2029. Garam yang dihasilkan memiliki kemurnian NaCl 97%, layak untuk kebutuhan industri.
Kedua, modernisasi kapal ikan dengan target pembangunan 4.582 unit hingga 2029, didanai dengan investasi Rp125,5 triliun. Pada 2026, pemerintah akan mengawali pembangunan 50 kapal dengan kategori 11 tipe berbeda, termasuk Pukat Cincin, Gillnet, dan Kapal Processing. Program ini diharapkan menyerap 89.000 tenaga kerja dan meningkatkan produksi perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun.
Ketiga, pembangatan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai pusat ekonomi pesisir dengan fasilitas seperti cold storage, dermaga, dan pabrik es. KKP menargetkan 1.389 lokasi KNMP, dengan 100 lokasi akan diresmikan. Dari 1.369 KNMP yang direncanakan, produksi ikan diperkirakan mencapai 2,8 juta ton per tahun, mendukupi target 5.000 kampung nelayan pada 2029.
Bagikan
Berita terkait
Minta Tambahan Anggaran Rp30,22 T, Ini Daftar Belanja KKP pada 2027
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.05
Trenggono Pastikan Program Prioritas Nasional Berdampak ke Masyarakat
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 17.08
Kampung Nelayan Merah Putih Diperluas, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Pesisir
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.36
Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Berfungsi Akhir 2026
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.00