4 Tahun di Bawah Binaan Hutama Karya, 65 Perajin Ogan Ilir Mulai Mandiri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah empat tahun pendampingan, 65 perajin di Ogan Ilir mulai mengelola usaha secara mandiri bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Program Sentra Kriya Ogan Ilir yang dikelola PT Hutama Karya (Persero) resmi diserahkan dalam pertemuan di Aula Kecamatan Tanjung Batu. Selama pendampingan intensif dari Desember 2025 hingga Mei 2026, para perajin mencatat penjualan 100 lembar kain Gebeng senilai Rp 81 juta dan 310 produk kerajinan perak senilai Rp 15,6 juta. Capaian ini dianggap sebagai indikator kesiapan perajin untuk melanjutkan usaha tanpa bantuan eksternal.
Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa berakhirnya pendampingan intensif tidak berarti dukungan terhadap perajin dihentikan. Menurutnya, ukuran keberhasilan program pemberdayaan adalah kemampuan perajin untuk tidak lagi bergantung pada pendamping. Selama program berlangsung, para perajin telah mendapatkan penguatan modal, keterampilan, kelembagaan, hingga akses pasar yang dibutuhkan untuk mandiri.
Bagikan
Berita terkait
Simpul Moda Transportasi Terintegrasi di Bandara Soetta Target Rampung Februari 2027
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 10.18
Proyek Tol Binjai-Langsa Terkendala, Hutama Karya Diminta Segera Bereskan Lahan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.59
Polda Sumsel Kerahkan Personel Gabungan Padamkan Karhutla di Ogan Ilir
Detik.com · 14 September 2026 pukul 15.36
Siswa Sespimmen Polri Edukasi Warga Ogan Ilir soal Karhutla dan Bagikan Masker
Detik.com · 12 September 2026 pukul 12.11