Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

5 Fakta Gempa Dahsyat di NTT, BMKG Ungkap Potensi Maksimum M 7,9

Gempa bumi dengan kekuatan M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Menurut BMKG, struktur sesar di kawasan tersebut menyimpan potensi gempa maksimum hingga M 7,9. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa wilayah busur belakang Flores merupakan zona aktif berisiko tinggi, dan gempa serupa pernah terjadi pada 1992 dengan kekuatan M 7,5 yang menyebabkan kerusakan hebat dan tsunami. Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mendeteksi 37 kali gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan antara M 3,6 hingga M 6,2. Meski Peringatan Dini Tsunami telah diakhiri pada pukul 07.30 WIB, gelombang tsunami kecil sempat mendarat di 10 titik pesisah, dengan ketinggian tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende. Gempa ini dirasakan kuat dengan skala VI MMI di Wolowae dan Bajawa, serta skala V MMI di Kota Ende, Borong, dan Ruteng. Dampak gempa ini terlihat nyata di lapangan, termasuk merobohkan tembok rumah warga di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Fasilitas publik seperti Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo juga mengalami kerusakan fisik. Menurut BNPB, terdapat 1 korban meninggal dan 4 orang luka. BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan menjauhi bangunan yang rusak.

Berita terkait