50 Tahun HIPPI, Pengusaha Indonesia Diminta Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) memasuki usia ke-50 tahun dan menggunakan momentum ini untuk merefleksikan posisi pengusaha pribumi dalam struktur ekonomi nasional. Menurut Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan Azka Aufary Ramli, perjuangan pengusaha pribumi kini menghadapi tantangan berbeda dibandingkan ketika HIPPI didirikan pada 17 Agustus 1976. Pada lima dekade awal, fokus banyak pada eksistensi dan kesempatan bagi pengusaha pribumi. Namun, lima dekade berikutnya harus ditujukan pada peningkatan daya saing, penguasaan rantai nilai, regenerasi pengusaha, dan kemampuan menjadi pemain utama dalam perekonomian nasional.
Azka menekankan bahwa Indonesia memiliki basis kewirausahaan yang sangat besar, namun tantian utamanya bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan banyak usaha mikro dan kecil yang bisa naik kelas menjadi usaha menengah, berkembang menjadi industri, menciptakan merek nasional, menguasai teknologi, dan masuk ke rantai pasok perusahaan besar. Di tengah investasi yang deras, digitalisasi, dan kompetisi global, Indonesia harus tetap terbuka terhadap investasi dan kolaborasi global, namun harus memastikan investasi tersebut menciptakan efek berganda bagi pengusaha nasional.
Menurut Azka, istilah pengusaha pribumi perlu ditempatkan dalam konteks Indonesia modern yang inklusif dan progresif. Semangat ini tidak mengenai membangun sekat berdasarkan suku, ras, atau latar belakang, tetapi keberpihakan terhadap kemandirian ekonomi bangsa, penguatan pengusaha lokal, pemerataan kesempatan berusaha, dan peningkatan kepemilikan aset produktif oleh masyarakat Indonesia. Keberpihakan terhadap pengusaha nasional tidak boleh hanya pada proteksi, tetapi juga pada peningkatan profesionalisme, tata kelola, produktivitas, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. HIPPI perlu mengambil peran lebih besar dalam menjembatani UMKM dengan perusahaan besar, pengusaha dengan pembiayaan, kampus dengan industri, pemerintah dengan dunia usaha, dan pengusaha Indonesia dengan pasar internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.55
BI Gandeng 27 K/L Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Berita terkait
Usung Indonesia Incorporated, Kadin Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 16.00
Keseruan Safari Bazaar ke-19, Kehadiran UMKM Hingga Peluncuran Lagu
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 16.26
Tifatul Sembiring Dorong Penguatan UMKM sebagai Fondasi Perekonomian
Detik.com · 9 September 2026 pukul 13.20
Belanja Pengadaan Pemerintah Capai Rp1.200 Triliun, Layanan Penjaminan Diperkuat
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 23.00