Jakarta · Senin, 21 September 2026Cari
WargaKonoha

51 Tahun Polytron: Dari TV Hitam-Putih di Kudus hingga AC yang Menurut pada Suara

Polytron, merek elektronik asal Kudus yang berdiri pada 18 September 1975, merayakan 51 tahun keberadaannya pada 19-20 September 2026 melalui Polytron Fest di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta. Perusahaan yang awalnya memproduksi televisi hitam-putih 20 inci pada 1978 kini telah berkembang menjadi produsen elektronik rumah tangga dan komunikasi dengan lini produk yang meluas. Menurut data GfK per Juni 2025, Polytron mendominasi pasar audio nasional dengan pangsa 64 persen, sementara di kulkas dan televisi LED menempati peringkat kedua dengan pangsa 27 dan 16 persen secara berturut-turut. Di sektor lain seperti mesin cuci dan pendingin udara, Polytron masih berada di peringkat tiga dan empat dengan pangsa pasar yang lebih rendah.

Seiring perkembangannya, Polytron juga mencoba menembus pasar global dan lokal yang sudah mapan. Pada 1992, perusahaan mengekspor televisi berwarna ke Eropa, dan pada 2011, Polytron masuk ke bisnis ponsel dengan lini smartphone Prime, Zap, dan Rocket. Zap 5 (2015) menjadi ponsel 4G LTE pertama yang memenuhi ketentuan TKDN, dan tahun berikutnya, perusahaan meluncurkan sistem operasi sendiri, FIRA OS. Produksinya mencapai 10 juta unit per tahun pada 2017, dengan pabrik di Kudus dan Sayung, Demak.

Hingga kini, Polytron terus berinovasi dan memperluas sayapnya ke pasar elektronik rumah tangga hingga kendaraan listrik, sambil tetap menjaga posisinya sebagai salah satu merek lokal paling bertahan dan paling dikenal di Indonesia.

Berita terkait