6 Fakta Aliansi Mekkah, Persatuan antara Raja Militer Eropa, Sultan Minyak dan Pemilik Senjata Nuklir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menandatangani pakta pertahanan bersama bernama Perjanjian Pencegahan Bersama Mekkah di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Pakta ini ditandatangani pada hari Jumat oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Kesepakatan ini menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, menciptakan mekanisme pertahanan kolektif.
Pakta ini lahir di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah pasca-serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 dan perang berkelanjutan antara AS-Israel melawan Iran. Arab Saudi, yang menampung aset dan infrastruktur militer AS, telah menjadi sasaran serangan Iran dan kelompok Houthi di Yaman. Israel juga telah menduduki sekitar seperlima wilayah Lebanon dengan dalih menargetkan basis Hizbullah. Kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak dituduh melancarkan serangan drone ke Arab Saudi.
Kesepakatan ini berlandaskan hubungan sejarah, ikatan persaudaraan Islam, dan kepentingan strategis bersama. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan pakta ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat keamanan kolektif serta mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan. Para pejabat menyebut eskalasi regional pasca-7 Oktober telah mendorong ketiga negara besar ini bersatu.
Bagikan
Berita terkait
Pakistan Desak AS Terapkan MoU dengan Iran Akhiri Ketegangan Timur Tengah
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 03.03
Iran Seru Indonesia dan Negara-negara Muslim Terkemuka Pimpin Upaya Persatuan
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 20.31
Aliansi Mekkah Akan Jadi Perisai Baru atau Sinyal Strategis?
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 05.15
3 Negara Arab yang Segera Bergabung dengan Pakta Mekkah, Semuanya Sekutu AS
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 04.40