6 Perusahaan Sawit Ditutup Sementara, DPR: Kita Bukan Menutup Rezeki Orang Tapi Supaya Berbenah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengumumkan penutupan sementara enam perusahaan kelapa sawit yang diduga terlibat praktik illegal logging dan deforestasi. Penutupan ini dilakukan untuk memberi ruang agar perusahaan dapat memperbaiki operasional dan memastikan kepatuhannya terhadap aturan lingkungan. Menurut DPR, langkah ini tidak bertujuan menghalangi rezeki warga, melainkan untuk mendorong industri sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Pemerintah juga berkomitmen untuk menegakkan hukum terhadap perusahaan yang melanggar regulasi, sekaligus memberikan dukungan kepada petani kelapa sawit rakyat agar tetap ekonominya. Penutupan sementara diharapkan dapat menjadi pemicu reformasi sektor sawit nasional agar tidak lagi menyebabkan kerusakan ekologis yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
Hilirisasi Komoditas Perkebunan Didorong Jadi Produk Bernilai Tambah
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 13.01
Harga Gabah, Karet dan Sawit Naik, Kesejahteraan Petani Ikut Terdongkrak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.28
GAPKI: Pasokan Sawit Hadapi Tekanan Ganda Jelang 2027, Ajak India Perkuat Kemitraan
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 19.04
Semen Gresik Dorong Inovasi Material Hijau Untuk Konstruksi Rendah Karbon
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.00