8 Raksasa Migas "Pesta" di Tengah Derita Dunia, Cuan Rp11 M per Menit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Delapan perusahaan minyak terbesar dunia—Aramco, BP, Shell, Equinor, TotalEnergies, Eni, Chevron, dan ExxonMobil—mencatatkan keuntungan gabungan hampir US$93 miliar (Rp1.488 triliun) dalam tiga bulan hingga akhir Juni 2026, melipatgandakan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Keuntungan ini diperoleh di tengah gangguan pasokan bahan bakar fosil terbesar dalam sejarah, dengan Aramco mencatatkan laba bersih kuartalan sebesar US$33 miliar (Rp528 triliun), naik 34%. Chevron dan ExxonMobil masing-masing mencatatkan laba US$12,2 miliar dan US$14,5 miliar, berturut-turut naik lebih dari lima kali lipat dan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Di Eropa, Shell mencatatkan laba kuartalan tertinggi kedua sepanjang sejarahnya dengan US$9,84 miliar, sementara BP mencatatkan laba US$5,73 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dari kuartal sebelumnya.", "tags": [\"minyak\", \"keuntungan\", \"iklim\", \"perang\", \"energi\"]
Bagikan
Berita terkait
Utang Indonesia Naik Lagi, Jadi USD 453,4 Miliar
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.43
Polda Riau Bongkar Mata Rantai Perdagangan Emas dari Lokasi Tambang Sampai Toko Emas di Kampar
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.43
Menteri Kolombia Dihujat Gegara Berlibur Usai Gempa Dahsyat
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.37
Alami Hipotermia dan Cedera, 31 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.37