99 Persen Fraud Perbankan Berawal dari Rekayasa Sosial, Bukan Retasan Sistem
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menurut Wani Sabu, Senior Adviser Fraud Banking Investigation BCA, sekitar 99 persen kasus penipuan di sektor perbankan di Indonesia berawal dari rekayasa sosial (social engineering), bukan penembusan sistem teknologi. Hal ini disampaikan dalam seminar 'Now You See: Now You Aware' yang digelar di Jakarta. Rekayasa sosial memanfaatkan emosi korban, seperti rasa senang atau cemas, dengan modus iming-iman voucher, undian berhadiah, atau pemalsuan petugas bank dan instansi resmi. Wani menekankan pentingnya verifikasi ulang saat menerima kontak dari pihak asing atau penawaran yang mencurigakan, serta menghindari mengunduh aplikasi yang tidak perlu akibat FOMO.
Bagikan
Berita terkait
Ancaman Siber Makin Personal, Kesadaran Pengguna Jadi Kunci
kumparan · 6 September 2026 pukul 18.56
Hacker Makin Agresif Incar Pengguna HP, Indonesia Catat 15 Ribu Kasus
Detik.com · 2 September 2026 pukul 09.45
15.163 Ancaman Terdeteksi! Indonesia Jadi Sasaran Besar Serangan Seluler
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00
Serangan Siber Indonesia Tembus 257 Juta, Setara 16 Serangan per Detik
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 21.47