Abu Anak Krakatau, Kampus Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341457/original/074983600_1788621026-1001633272.jpg)
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meminta perguruan tinggi di wilayah terdampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Proses pembelajaran dan kegiatan akademik dapat dialihkan ke sistem daring atau hybrid untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Wakil Menteri Fauzan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada korban atau kerusakan infrastruktur di kampus yang terdampat. Kemendiktisaintek berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, PVMBG, dan pemerintah daerah untuk menanggapi situasi ini. Imbauan dikeluarkan kepada perguruan tinggi negeri dan swasta untuk melindungi mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika. Selain itu, pimpinan kampus diminta mengaktifkan posko siaga, memobilisasi bantuan untuk masyarakat dan sivitas akademika, serta melibatkan para pakar dari berbagai bidang untuk memantau perkembangan erupsi secara ilmiah. Langkah-langkah penanganan dilakukan berdasarkan data dan koordinasi lintas sektor.
Bagikan
Berita terkait
13 Kali Material Vulkanik Dimuntahkan Gunung Anak Krakatau Sepanjang Rabu 26 Agustus
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.42
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Menteri Perhubungan Pantau Operasional Soetta, 8 Bandara Ditutup
VOI · 6 September 2026 pukul 23.00
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Malam Ini, Tinggi Kolom Abu Tidak Bisa Teramati
JawaPos · 6 September 2026 pukul 22.30
PAUD hingga SMP di Depok Terapkan 2 Hari PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 22.28