Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, BNPB: Lampung-Banten Kondusif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta kondusif dari dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis citra satelit, arah pergerakan abu vulkanik cenderung ke arah barat mengikuti arah angin dengan kecepatan 15 knot, sehingga lebih mengarah ke Laut Hindia. Hal ini menyebabkan sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak sebaran abu kini lebih aman dan kondusif.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa berdasarkan data sigmet (signifikan meteorologis), abu vulkanik saat ini tidak lagi mengancam wilayah daratan secara signifikan karena terbawa ke arah laut. Akibat kondisi ini membaik, 8 bandara yang sebelumnya ditutup karena dampak erupsi kini telah kembali beroperasi normal.
BNPB terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Meskipun erupsi telah berakhir, gunung tersebut tetap berada di bawah status siaga untuk mencegah penyebaran dampak negatif yang tidak diinginkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 12.15
Senangnya Langit Penuh Pesawat di Flightradar24 Pasca Abu Vulkanik
Detik.com · 8 September 2026 pukul 11.03
8 Bandara Terdampak Abu Vulkanik Beroperasi Lagi, Terbaru Bandara Radin Inten
Detik.com · 8 September 2026 pukul 06.19
Bandara Soetta-Husein Dibuka Lagi, Radin Inten Masih Ditutup
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 05.59
Bandara Soetta hingga Halim kembali layani penerbangan hari ini
Berita terkait
Selain Soetta, Bandara Pondok Cabe dan Budiarto Juga Kembali Dibuka
Detik.com · 8 September 2026 pukul 02.54
Penutupan Soekarno-Hatta dan 7 Bandara Lain Diperpanjang hingga 23.59 WIB
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.45
Tangani Sebaran Abu Vulkanis Anak Krakatau, BNPB Bakal Memaksimalkan OMC
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 16.14
Kepala BNPB Sebut Abu Anak Krakatau Tutup Delapan Bandara, Sebaran Capai Empat Provinsi
VOI · 7 September 2026 pukul 16.10