Abu Vulkanik Anak Krakatau: Sebaran, Dampak, hingga Manfaatnya bagi Tanah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG mencatat abu Gunung Anak Krakatau tidak lagi menyebar ke Jakarta per Senin (7/9) 21.00 WIB. Abu bergerak ke selatan-barat daya dengan ketinggian 4,57 km, berpotensi mengganggu kualitas udara dan jarak pandang di Banten, Lampung, dan Samudera Hindia. Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Sastranegara kembali beroperasi pada Selasa (8/9). Pemerintah DKI memperpanjang PJJ hingga Rabu (9/9) dan melaksanakan penyemprotan water mist. BMKG memindahkan Operasi Modifikasi Cuaca ke Semarang dan Kertajati. Status GAK dinaikkan Level III (Siaga) per 2 Juli 2026, erupsi kontinu hingga 6 September 2026, kemudian kembali pola Strombolian. Badan Geologi memantau intensif dengan Pos Pengamatan di Pasauran dan Kalianda. Abu vulkanik membutuhkan 100 tahun untuk menjadi tanah subur, seperti yang telah terbukti di Krakatau 1883-1983 menghasilkan lapisan tanah 25 cm. Abu juga dapat ditambang sebagai bahan bangunan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.50
Pramono Ungkap Abu Anak Krakatau Menurun, Jakarta Tetap Lakukan Penyemprotan Jalan hingga Besok
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.31
Anak Krakatau Erupsi: 2.300 Penerbangan-268 Ribu Penumpang Terdampak
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 06.51
Erupsi Anak Krakatau Mereda, 5 Bandara Kembali Beroperasi dan 2 Masih Ditutup
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 06.40
Update Abu Vulkanik Erupsi Krakatau, Sejumlah Bandara Kembali Operasi
Berita terkait
BMKG Prakirakan Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Jauhi Wilayah RI
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 06.16
Abu Vulkanik Mereda, Ini Daftar Bandara yang Mulai Dibuka Lagi Hari Ini
kumparan · 8 September 2026 pukul 06.10
Bandara Soekarno-Hatta Sudah Kembali Dibuka Selasa Dini Hari
Detik.com · 8 September 2026 pukul 01.21
BMKG: Per Malam Ini, Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Masuk Jakarta
kumparan · 7 September 2026 pukul 22.26